Hati Sepi Seorang Petinggi

Jika aku bisa kembali lagi ke bawah
Aku tak akan sepi tinggal sendiri
Jika aku bisa terbang bebas seperti kemarin
Aku tak akan menagis menelan sunyi

Jika aku bisa tidur nyenyak sedari dulu,
Aku tak akan pernah takut menelan setiap sendok nasi
Jika aku bisa mencintai yang kupuja lagi
Aku tak akan dimaini hati demi bulih keping emas

Aku ingat apa kata mereka,
suatu hari pasang surut laut pasti akan datang
Ketika sesuatu tak lagi menjadi bintang
Tetapi lenyap tertelan sejarah dan kenangan

Aku ingat apa nasihat mereka,
Suatu hari gunung menjulang tak akan runtuh
Bila sudah di atas puncak tak akan lagi bisa turun
Bila sudah ditakuti semua akan dianggap tidak biasa
Terlepas akan semua cibiran tak sedap mengenai aku

Apa yang aku mau sewaktu 17 tahun cita-citaku
Bermimpi tinggi menjadi petinggi buah bibir semua insan
Menjadi paku tancap bagi setiap mata bahwa aku bisa
Namun tak sampai hati aku justru hidup begini

Hidupku luluh lantah terkikis politik
Hartaku mengalir tanpa peduli akan tuannya
Keluargaku di ambang siaga satu setiap hari
makanku tak pernah sedap lima tahun belakangan ini

Hatiku sepi tertelan gaungan sunyi,
Rindu akan hidup yang dulu dan sekarang tak kembali
Cambuk derah rasa ini melayang dan mengalir
Di omabang-ambing bagai ombak di malam hari

Bila Tubuh ini hanya harus terus megabdi
Kubayar seberapapun demi hidup yang dulu ku tinggali
Agar rasa rindu dan sayangku tak lagi termainakan
Agar cinta tulus sepi ini kembali terisi penuh belaian

Aku hati sepi seorang petinggi,
Mengharap cinta yang tak terulang sepi,
Bersujud ria demi hidup tenang dan damai

Aku hati sepi seorang petinggi,
Kebahagian ingin benar-benar kupilih
demi cintaku terhadap keluarga dan mimpi dini 

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli